Berita

Iblis adalah makhluk Allah Yang membangkan terhadap perintahnya, Ketika dia diminta untuk bersujud kepada nabi Adam As dan dia berjanji akan menggodanya hingga hari kiamat.

            Meskipun demikan iblis pernah ada rasa untuk bertaubat kepada Allah SWT didalam dirinya, sebagaimana dikisahkan bahwa iblis menemui nabi musa dan berkata.

Iblis..: “Wahai musa engkaulah orang yang dipilih Allah SWT untuk menyampaikan rislahnya dan Allah Berfirman Langsung Kepadamu, Sesungguhnya aku hanyalah makhluk Allah. Jika aku bertaubat dan aku ingin bertaubat, maka berikanlah aku syafaat kepada Allah untuk mengampuniku”.

            Maka nabi musa sholat dan bersujud kepada allah dan menyampaiakan keinginan iblis itu. dan kemudian allah mewahyukan “ Wahai musa’ doamu telah diterimah dan katakan pada pada iblis bahwa dia harus mengqodha kesalahannya.

 Hingga kemudia nabi musa As menemui iblis dan menyampaikan wahyu itu.

 “Engkau diperintahkan untuk bersujud kepada kuburan Adam lalu taubatmu akan diterima oleh Allah”. Tutur nabi musa

Iblis dengan sombong berkata; “Ketika adam masih hidup aku tidak mau bersujud kepadanya, bagaimana aku mau bersujud kepadanya Ketika dia telah mati  ?”

“ Wahai musa sesungguhnya kamu punya hak kepadaku, karena telah memberikan syafaat kepadaku.” Kata iblis

Maka dari itu kamu harus ingat tiga hal karna saat itu aku akan menggoda.

Pertama, ingatlah kepadaku Ketika kamu marah, sesungguhnya bisiskanku berada dihatimu, pandanganku ada dalam pandanganmu, dan aku mengalir dalam darahmu.

Kedua, Ingatlah kepadaku Ketika kamu bertemu musuh dalam peperangan, sesungguhnya aku mendatanginya Ketika bertemu musuh dalam peperangan, untuk mengingatkan kepada anaknya, istrinya dan keluarganya hingga ia berpaling(pergi dari pertempuran).

Ketiga, Ingatlah kalua kamu duduk disamping perempuan yang bukan muhrim, maka sesungguhnya aku ini perantara bagimu dan perantaramu baginya (untuk berbuat zina).

            Maka dari sini dapat kita ketahui bahwa iblis akan menjerumuskan manusia dalam tiga keadaan yakni saat kita marah, saat peperangan berkecambuk dan saat berduaan dengan Wanita yang bukan muhrim.  

 

Penulis            : Abdul Hadi

Publisher         : Abdul Hadi

 

 
Bagikan :