Berita

Menurut Wikipedia, Iskandar Dzul Qarnayn atau lebih dikenal Dzul Qarnayn adalah seorang raja yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai pemimpin yang amat adil dan bijaksana. Beliau dikisahkan telah membangun tembok besi yang menjulang tinggi demi melindungi keum lemah dari serangan Ya’juj dan Ma’juj. Dalam versi lain, sebagaimana penuturan dari Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang sholih dan suka mengembara.

Tahukah kamu bahwasanya sosok yang digambarkan ini pernah singgah di nusantara, ya tepatnya di pulau Halmahera, Maluku. Selain Maluku, ia juga singgah di Amazon, Brazil. Data ini didapat berdasarkan ekspedisi Dr. Anwar Qudri, seorang ilmuwan asal Mesir. Ia meneliti kebenaran QS Al-Kahfi:83-98 tentang ekspansi dan pengembaraan Iskandar Dzul Qarnayn.

Dalam Surat al-kahfi disebutkan bahwa Dzul Qarnayn pergi ke arah barat hingga sampai pada suatu tempat dengan berciri-ciri matahari terbenam kelaut berlumpur hitam. Qudri menyatakan bahwasanya tempat ini adalah kawasan hulu sungai Amazon di Brazilia, Samudera Atlantik. Daerah ini merupakan satu titik silang garis katulistiwa dengan bujur 50’ sebelah barat, jarak antara daerah tersbut dengan kota Mekkah adalah 90 garis lurus atau enam jam tepat. Secara fisik, Sungai Amazon mengalir dari barat ke timur dari dataran rendah. Anak-anak sungainya mengalirkan jumlah yang besar dari lumpur dan tanah liat sehingga menghitamkan airnya.

Dalam penelitiannya, tidak ada lagi kawasan yang lebih tepat (cocok) sifat dan Ciri-cirinya sesuai dengan apa telah disebutkan oleh Al-qur’an.

Selain beliau pergi ke arah barat, diceritakan dalam QS al-kahfi, ia juga melakukan rihlah ke arah timur hingga sampai di sebuah daerah yang berpenduduk segolongan orang. Tidak ada apapun yang melindungi mereka dari sengatan matahari. Menurut Qudri, kawasan yang dimaksud Al-Qur’an adalah Pulau Halmahera, Provinsi Maluku, Indonesia. Kawasan ini dulunya adalah hutan belantara tidak ada perumahan yang di bangun disana. Menurut  Qudri yang dimaksud Al-Qur’an dengan kawasan kaum yang tidak ada suatu apapun yang melindungi mereka dari cahaya matahari.

Penelitiannya pun dikutip oleh Prof. Dr. AG. H. Muhammad Shihab, M.A. dalam karyanya Tafsir Al-Misbah. Pendapatnya mengenai Atlantik senada dengan perkiraan geografis yang dikemukakan oleh Sayyid Quthb. Dalam Pengakuannya, ia telah menghabiskan waktu sepuluh tahun untuk melakukan penelitian terhadap tempat-tempat yang disebut dalam Al-Qur’an.

Penulis: Qurrohman Mulyo

Disarikan dari LPSI, 2005, di pojok kitab; catatan unik dari khazanah pesantren, Pasuruan, Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri

 
Bagikan :